Memahami rambu-rambu dalam safety training

Saftey training sangat berguna bagi dunia kerja khususnya mengenai kecelakann kerja. Informasi dan pelatihan ini sangat diperlukan untuk mengedukasi para pekerja bagi perusahaan, maka di era digital ini pelatihan safety training sudah dapat dilakukan secara online (safety training online). Di dalam safety training, ada lima (5) warna keselamatan yang sering digunakan untuk menggambarkan tingkatan potensi bahaya.  Dimulai dari yang paling berbahaya biasanya ditandai dengan merah, warna merah untuk mengidentifikasi bahaya, kebakaran, dan stop. Biasanya digunakan untuk identifikasi bahan kimia cair mudah terbakar, emergency stop, dan alat pemadam kebakaran. Serta digunakan untuk mengindikasikan adanya situasi bahaya yang dapat menyebabkan kematian atau cedera serius. Kedua adalah warna orange, yang menunjukkan peringatan atau awas seperti menunjukkan situasi bahaya yang bisa menyebabkan kematian atau cedera serius. Biasanya sering dipasang di dekat peralatan kerja berbahaya, seperti benda tajam, pisau berputar, mesin gerinda, dan lain-lain. Ketiga adalah warna kuning, untuk menunjukkan waspada, biasanya digunakan untuk menunjukkan situasi bahaya (seperti tersandung, terpeleset, terjatuh, atau di area penyimpanan bahan yang mudah terbakar) yang bisa menyebabkan luka ringan atau sedang. Keempat adalah warna hijau, untuk menunjukkan emergency/ safety, biasanya digunakan untuk menunjukkan lokasi penyimpanan peralatan keselamatan, Material Safety Data Sheet (MSDS), dan peralatan P3K. Serta, instruksi-instruksi umum yang berhubungan dengan praktik kerja yang aman. Terakhir adalah warna biru yang menunjukkan perhatian, digunakan untuk menunjukkan instruksi tindakan/ informasi keselamatan, seperti penggunaan APD atau kebijakan perusahaan.

Di dalam safety juga dikenal teori piramida safety, piramida ini menggambarkan bahwa terjadinya suatu kecelakaan serius biasanya diawali oleh beberapa kecelakaan kecil. Sehingga piramida ini membantu mengidentifikasi seberapa sering atau seberapa kecelakaan kerja ringan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja yang lebih serius. Dalam piramida tersebut terdapat lima (5) tingkatan, tingkatan paling bawah atau kelima adalah unsafe acts yaitu sikap pekerja yang tidak berhati-hati sehingga menimbulkan kondisi yang tidak aman, seperti membiarkan genangan air di area produksi. Jika dibiarkan saja, dan menyebabkan seseorang hampir atau sampai terpeleset, maka kondisi ini akan naik ke tingkatan piramida keempat, yakni near-misses atau first aid. Apabila kejadian karyawan terpeleset ini menyebabkan adanya perangkat produksi yang rusak karena tertindih, maka kejadian ini akan naik ke piramida ketiga yakni recordable injuries atau property damage. Misalkan jika kejadian ini lalu menyebabkan mesin tidak berfungsi dengan baik dan menimbulkan konslet listrik dan kebakaran maka kejadian ini akan naik ke tingkat piramida kedua, yakni major accidents, karena hal ini melibatkan banyak orang dalam kecelakaan kerja tersebut. Sampai pada tingkat bahaya paling atas, yakni fatal atau kejadian kerja yang menyebabkan kematian.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *